Diatas adalah sebuah annualvideo angkatan 2013 SMAN 4 Sukabumi yang bertujuan membuat sebuah dokumenter kecil, kelak ketika kita dijalan kehidupan masing-masing saat dewasa, kita masih dapat mengingat sebagian kecil teman-teman yang telah berpartisipasi membuat video ini, dan mengingat guru-guru SMAN 4 Sukabumi agar tak pernah terlupakan perjuangan mereka, memberi ilmu mereka kepada siswa-siswi yang mereka banggakan.
Written in these walls are the stories that I can explain, Written on these walls are the colors that I can change
Kamis, 27 November 2014
CERITA PUTIH ABU
Berawal masuk SMAN 4 Sukabumi perasaanku biasa saja, tidak merasa bangga, karena itu keinginan ayahku, tapi dibalik itu semua aku sangat bersyukur ternyata ada jalan yang mungkin sudah seharusnya aku berada di SMAN 4 melanjutkan pendidikan, mendapat teman baru, dan pengalaman. Banyak hikmah yang aku dapatkan dari keinginan ayah, aku melanjutkan pendidikan di SMAN 4. Saat masa orientasi siswa aku termasuk gugus 10.5 rasanya tak ada seorangpun yang aku kenal, setelah melewati beberapa hari mengikuti masa orientasi siswa, aku resmi duduk dibangku kelas 10.5, awalnya teman sebangku ku adalah Syarah, tapi aku merasa tidak nyaman dengannya untuk menjauh dari hal yang tak diinginkan aku pindah duduk bersama Rizki A. orangnya baik
tapi terkadang kita terlibat masalah juga namun tidak berujung dengan perkelahian karena kita perempuan, hanya tak saling banyak bicara saja. Setahun berlalu aku lewati likuk pikuknya hidup di kelas 10.5, penjurusan pun dilakukan awalnya aku ingin masuk jurusan ipa, tapi nyatanya aku harus memilih ips, karena begitu banyak yang memilih jurusan ipa. Pada akhirnya namaku tertulis di kelas 11 ips 3, sangat senang ternyata aku dan Rizki Amalia kembali satu kelas sampai kita duduk di kelas 12 ips 3, saat duduk di kelas 11 aku bertemu dengan seorang teman bernama Deasy Novianti, dia terlihat orang yang ramah,
baik, bawel, hehe. Aku sebagai sekretaris di kelas tersebut mengasikkan memiliki tanggung jawab sekaligus melelahkan ketika teman sekelas laki-laki banyak yang berkomentar bahwa aku tak bisa diajak kerja sama jika mereka izin atau tanpa alasan yang jelas. Pada bulan November aku dan Deasy menjalin persahabatan, disaat itu aku dipertemukan dengan Ayudhia Natasya yang jago dalam bernyanyi, bertemu dengan Tia Mutiara siswa pindahan dari SMAN 5 Sukabumi, bertemu Wilma Luana yang menjadi anggota osis saat itu. Senang selama 2 tahun aku bersama mereka, mengahadapi masalah bersama, tertawa bersama, bermain bersama, sedihpun bersama. Tak terasa waktu itu berlalu begitu cepat, masa-masa sekolah itu memang sangat menyenangkan penuh dengan cerita, terima kasih Rizki telah mengajarkan aku untuk lebih mengintropeksi diri, terima kasih Deasy mengajarkan aku arti persahabatan, terima kasih Ayudhia mengajarkan aku arti kekuatan, terima kasih Tia darimu aku dapat belajar arti kesabaran dalam menghadapi masalah yang begitu besar, terima kasih Wilma akupun belajar arti kesungguhan darimu. Yang paling terpenting adalah terima kasihku kepada guru-guru SMAN 4 Sukabumi, tanpa jasa guru-guru mungkin aku takkan bisa sampai disini.
tapi terkadang kita terlibat masalah juga namun tidak berujung dengan perkelahian karena kita perempuan, hanya tak saling banyak bicara saja. Setahun berlalu aku lewati likuk pikuknya hidup di kelas 10.5, penjurusan pun dilakukan awalnya aku ingin masuk jurusan ipa, tapi nyatanya aku harus memilih ips, karena begitu banyak yang memilih jurusan ipa. Pada akhirnya namaku tertulis di kelas 11 ips 3, sangat senang ternyata aku dan Rizki Amalia kembali satu kelas sampai kita duduk di kelas 12 ips 3, saat duduk di kelas 11 aku bertemu dengan seorang teman bernama Deasy Novianti, dia terlihat orang yang ramah,
baik, bawel, hehe. Aku sebagai sekretaris di kelas tersebut mengasikkan memiliki tanggung jawab sekaligus melelahkan ketika teman sekelas laki-laki banyak yang berkomentar bahwa aku tak bisa diajak kerja sama jika mereka izin atau tanpa alasan yang jelas. Pada bulan November aku dan Deasy menjalin persahabatan, disaat itu aku dipertemukan dengan Ayudhia Natasya yang jago dalam bernyanyi, bertemu dengan Tia Mutiara siswa pindahan dari SMAN 5 Sukabumi, bertemu Wilma Luana yang menjadi anggota osis saat itu. Senang selama 2 tahun aku bersama mereka, mengahadapi masalah bersama, tertawa bersama, bermain bersama, sedihpun bersama. Tak terasa waktu itu berlalu begitu cepat, masa-masa sekolah itu memang sangat menyenangkan penuh dengan cerita, terima kasih Rizki telah mengajarkan aku untuk lebih mengintropeksi diri, terima kasih Deasy mengajarkan aku arti persahabatan, terima kasih Ayudhia mengajarkan aku arti kekuatan, terima kasih Tia darimu aku dapat belajar arti kesabaran dalam menghadapi masalah yang begitu besar, terima kasih Wilma akupun belajar arti kesungguhan darimu. Yang paling terpenting adalah terima kasihku kepada guru-guru SMAN 4 Sukabumi, tanpa jasa guru-guru mungkin aku takkan bisa sampai disini.Rabu, 26 November 2014
IBU
Ibu banyak pengorbanan yang engkau berikan untuk anak-anakmu, tak kenal lelah dan kau selalu berikan yang terbaik untuk ketiga anakmu, ibu terima kasih kau telah memberi cintamu secara utuh. membesarkanku dan mengajarkan arti kehidupan sebenarnya, ibu tidak ada kata-kata indah untukmu, tidak ada sekuntum bunga mawar atau sebuah hadiah spesial yang dapat aku berikan untukmu. Ibu hanya kata terima kasih hormat dan kasih sayangku yang tak terhingga untukmu yang dapat aku berikan saat ini. Ibu maafkan aku, jika aku selalu menyusahkanmu dan mengecewakanmu, aku takkan pernah lupakan pengorbananmu ibu. walaupun sesekali aku pernah melihat raut wajahmu yang mulai lelah, namun engkau masih bisa membuat orang disekitarmu tersenyum karenamu. Masih teringat kesalahanku ketika aku duduk dibangku sekolah menengah pertama, membuatmu menangis akan khawatir tentangku berada saat itu, maafkan aku ibu, aku tak ingin melihatmu menangis karenaku lagi, tetaplah tersenyum seperti saat ini, aku takkan mengulang kesalahan yang sama, engkau memang ibu yang tegar, kuat, dan baik. Aku selalu menyayangimu ibu, tetaplah menjadi bintang di hatiku yang selalu menerangi disaat gelap
gulita, tetaplah menjadi matahari yang selalu menyinari bumi dengan
hangat sinar ultra violetnya.
Writer : Eka Widia Astuti
Senin, 24 November 2014
AYAH
Ayah tak kalah banyak pengorbananmu dengan ibu, engkau adalah seorang
ayah yang tangguh, tak pernah putus asa, selalu memberi yang terbaik
untuk ketiga anakmu. Terkadang aku merasa kurang perhatianmu karena
engkau terlalu sibuk mencari nafkah, tapi itu semua tak membuatku bersedih. Ayah telah aku rasakan betapa susahnya mencari uang hanya
untuk sesuap nasi, menghadang angin malam dan air hujan yang begitu
dingin, teriknya matahari begitu panas, sampai harus terkena marah orang
lain, telah aku rasakan ayah ketika sekarang engkau saat itu dalam
keadaan sakit yang membuatmu tak bisa berbuat apa-apa, ayah mungkin
secara biologis aku sudah besar bisa mencari uang dengan keringatku
sendiri, tapi adik-adikku yang masih kecil mana bisa berbuat hal yang
sama seperti aku, ayah mereka masih membutuhkan ulur tanganmu, belaian
kasih sayangmu, dan perhatianmu. Sekarang engkau dalam keadaan sehat, tetaplah jaga kesehatan aku berjanji ayah takkan pernah nakal
seperti saat duduk dibangku sekolah menengah pertama, yang selalu saja
membuatmu pusing dengan sikapku, aku akan buktikan pada ayah dan ibu,
bahwa aku tak akan mengecewakan ayah dan ibu. Ayah sehatlah selalu, tanpa
ayah keluarga ini merasa lemah, ayah adalah sumber yang sangat kuat
untuk keluarga. Jasa-jasamu takkan pernah bisa aku balas ayah, aku akan memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu, ucapan
terimakasihku mungkin takkan pernah cukup untuk membalas jasa ayah dan
ibu. Maafkan aku, terlalu banyak kesalahan yang pernah aku perbuat,
namun aku akan memperbaiki kesalahanku ayah, tetaplah menjadi tiang yang
kokoh tak pernah rapuh oleh apapun ayah.
Sumber ; http://ekawidiaas.blogspot.com/
Langganan:
Komentar (Atom)

