Ayah tak kalah banyak pengorbananmu dengan ibu, engkau adalah seorang
ayah yang tangguh, tak pernah putus asa, selalu memberi yang terbaik
untuk ketiga anakmu. Terkadang aku merasa kurang perhatianmu karena
engkau terlalu sibuk mencari nafkah, tapi itu semua tak membuatku bersedih. Ayah telah aku rasakan betapa susahnya mencari uang hanya
untuk sesuap nasi, menghadang angin malam dan air hujan yang begitu
dingin, teriknya matahari begitu panas, sampai harus terkena marah orang
lain, telah aku rasakan ayah ketika sekarang engkau saat itu dalam
keadaan sakit yang membuatmu tak bisa berbuat apa-apa, ayah mungkin
secara biologis aku sudah besar bisa mencari uang dengan keringatku
sendiri, tapi adik-adikku yang masih kecil mana bisa berbuat hal yang
sama seperti aku, ayah mereka masih membutuhkan ulur tanganmu, belaian
kasih sayangmu, dan perhatianmu. Sekarang engkau dalam keadaan sehat, tetaplah jaga kesehatan aku berjanji ayah takkan pernah nakal
seperti saat duduk dibangku sekolah menengah pertama, yang selalu saja
membuatmu pusing dengan sikapku, aku akan buktikan pada ayah dan ibu,
bahwa aku tak akan mengecewakan ayah dan ibu. Ayah sehatlah selalu, tanpa
ayah keluarga ini merasa lemah, ayah adalah sumber yang sangat kuat
untuk keluarga. Jasa-jasamu takkan pernah bisa aku balas ayah, aku akan memberikan yang terbaik untuk ayah dan ibu, ucapan
terimakasihku mungkin takkan pernah cukup untuk membalas jasa ayah dan
ibu. Maafkan aku, terlalu banyak kesalahan yang pernah aku perbuat,
namun aku akan memperbaiki kesalahanku ayah, tetaplah menjadi tiang yang
kokoh tak pernah rapuh oleh apapun ayah.
Sumber ; http://ekawidiaas.blogspot.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar