Berawal masuk SMAN 4 Sukabumi perasaanku biasa saja, tidak merasa bangga, karena itu keinginan ayahku, tapi dibalik itu semua aku sangat bersyukur ternyata ada jalan yang mungkin sudah seharusnya aku berada di SMAN 4 melanjutkan pendidikan, mendapat teman baru, dan pengalaman. Banyak hikmah yang aku dapatkan dari keinginan ayah, aku melanjutkan pendidikan di SMAN 4. Saat masa orientasi siswa aku termasuk gugus 10.5 rasanya tak ada seorangpun yang aku kenal, setelah melewati beberapa hari mengikuti masa orientasi siswa, aku resmi duduk dibangku kelas 10.5, awalnya teman sebangku ku adalah Syarah, tapi aku merasa tidak nyaman dengannya untuk menjauh dari hal yang tak diinginkan aku pindah duduk bersama Rizki A. orangnya baik
tapi terkadang kita terlibat masalah juga namun tidak berujung dengan perkelahian karena kita perempuan, hanya tak saling banyak bicara saja. Setahun berlalu aku lewati likuk pikuknya hidup di kelas 10.5, penjurusan pun dilakukan awalnya aku ingin masuk jurusan ipa, tapi nyatanya aku harus memilih ips, karena begitu banyak yang memilih jurusan ipa. Pada akhirnya namaku tertulis di kelas 11 ips 3, sangat senang ternyata aku dan Rizki Amalia kembali satu kelas sampai kita duduk di kelas 12 ips 3, saat duduk di kelas 11 aku bertemu dengan seorang teman bernama Deasy Novianti, dia terlihat orang yang ramah,
baik, bawel, hehe. Aku sebagai sekretaris di kelas tersebut mengasikkan memiliki tanggung jawab sekaligus melelahkan ketika teman sekelas laki-laki banyak yang berkomentar bahwa aku tak bisa diajak kerja sama jika mereka izin atau tanpa alasan yang jelas. Pada bulan November aku dan Deasy menjalin persahabatan, disaat itu aku dipertemukan dengan Ayudhia Natasya yang jago dalam bernyanyi, bertemu dengan Tia Mutiara siswa pindahan dari SMAN 5 Sukabumi, bertemu Wilma Luana yang menjadi anggota osis saat itu. Senang selama 2 tahun aku bersama mereka, mengahadapi masalah bersama, tertawa bersama, bermain bersama, sedihpun bersama. Tak terasa waktu itu berlalu begitu cepat, masa-masa sekolah itu memang sangat menyenangkan penuh dengan cerita, terima kasih Rizki telah mengajarkan aku untuk lebih mengintropeksi diri, terima kasih Deasy mengajarkan aku arti persahabatan, terima kasih Ayudhia mengajarkan aku arti kekuatan, terima kasih Tia darimu aku dapat belajar arti kesabaran dalam menghadapi masalah yang begitu besar, terima kasih Wilma akupun belajar arti kesungguhan darimu. Yang paling terpenting adalah terima kasihku kepada guru-guru SMAN 4 Sukabumi, tanpa jasa guru-guru mungkin aku takkan bisa sampai disini.
tapi terkadang kita terlibat masalah juga namun tidak berujung dengan perkelahian karena kita perempuan, hanya tak saling banyak bicara saja. Setahun berlalu aku lewati likuk pikuknya hidup di kelas 10.5, penjurusan pun dilakukan awalnya aku ingin masuk jurusan ipa, tapi nyatanya aku harus memilih ips, karena begitu banyak yang memilih jurusan ipa. Pada akhirnya namaku tertulis di kelas 11 ips 3, sangat senang ternyata aku dan Rizki Amalia kembali satu kelas sampai kita duduk di kelas 12 ips 3, saat duduk di kelas 11 aku bertemu dengan seorang teman bernama Deasy Novianti, dia terlihat orang yang ramah,
baik, bawel, hehe. Aku sebagai sekretaris di kelas tersebut mengasikkan memiliki tanggung jawab sekaligus melelahkan ketika teman sekelas laki-laki banyak yang berkomentar bahwa aku tak bisa diajak kerja sama jika mereka izin atau tanpa alasan yang jelas. Pada bulan November aku dan Deasy menjalin persahabatan, disaat itu aku dipertemukan dengan Ayudhia Natasya yang jago dalam bernyanyi, bertemu dengan Tia Mutiara siswa pindahan dari SMAN 5 Sukabumi, bertemu Wilma Luana yang menjadi anggota osis saat itu. Senang selama 2 tahun aku bersama mereka, mengahadapi masalah bersama, tertawa bersama, bermain bersama, sedihpun bersama. Tak terasa waktu itu berlalu begitu cepat, masa-masa sekolah itu memang sangat menyenangkan penuh dengan cerita, terima kasih Rizki telah mengajarkan aku untuk lebih mengintropeksi diri, terima kasih Deasy mengajarkan aku arti persahabatan, terima kasih Ayudhia mengajarkan aku arti kekuatan, terima kasih Tia darimu aku dapat belajar arti kesabaran dalam menghadapi masalah yang begitu besar, terima kasih Wilma akupun belajar arti kesungguhan darimu. Yang paling terpenting adalah terima kasihku kepada guru-guru SMAN 4 Sukabumi, tanpa jasa guru-guru mungkin aku takkan bisa sampai disini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar